Sebab-sebab Hati Terhijab pada ALLAH?
JASAD batin atau ruh yang selalu kita artikan sebagai hati, mempunyai kemampuan memandang dan mengenal sesuatu, merasakan kesenangan dan kesusahan, mengetahui yang lahir maupun yang batin khususnya mengetahui keberadaan Allah SWT.
Itulah kelebihan manusia daripada makhluk lain yaitu mempunyai hati yang dapat mengenal Allah dengan sebenar-benarnya sehingga menjadi hamba Allah yang benar-benar takut pada Allah. Sebagaimana difirmankan oleh Allah : Terjemahannya : Apabila disebut nama Allah, gemetarlah hati-hati mereka.(Al Anfaal : 2)
Hati yang terang-benderang seperti itu dimiliki oleh para ‘ariffin, muqarrobin dan solehin. Hati mereka dapat melihat dan betul-betul mengenal sifat-sifat keagungan Allah. Karena itu mereka benar-benar dapat menghambakan diri kepada Allah SWT. Sebaliknya ada juga manusia yang hatinya gelap (buta) tidak dapat melihat dan mengenal Allah. Hal itu juga difirmankan oleh Allah SWT : Terjemahannya : Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama seperti orang yang buta (mengetahui)? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran.(Ar Ra’d : 19)
Firman Allah lagi :Terjemahannya : Mereka itulah orang-orang yang hatinya, pendengarannya dan penglihatannya telah dikunci oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang lalai.(An Nahl : 108)
Dari Umar Al Khattab, Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud :"Cap penutup hati tergantung di kaki arasy. Bila seseorang melanggar larangan Allah (menghalalkan yang diharamkan oleh Allah) maka Allah akan menutup hati mereka dengan cap penutup hati tersebut."
Bila hati sudah buta, atau sudah dikunci mati oleh Allah SWT, maka hati tidak dapat lagi mengenal Allah. Begitulah hati orang-orang kafir dan munafik yang menyebabkan mereka menolak kebenaran.
Namun bukan hanya hati orang kafir dan munafik saja yang sudah buta, kita sebagai umat Islam pun masih banyak yang hatinya buta. Buktinya adalah kita masih sering membuat dosa (kecil atau besar). Orang yang masih membuat dosa adalah orang yang tidak takut pada Allah. Orang yang tidak takut pada Allah adalah orang yang tidak kenal siapa Allah. Jika tidak kenal Allah menandakan bahwa hati telah buta.
Sabda Rasulullah SAW : Terjemahannya : Sesungguhnya seorang mukmin apabila ia melakukan dosa maka terjadilah satu bintik hitam di hatinya. Jika dia bertaubat dan berusaha membuangnya (bintik hitam tersebut) maka akan selamatlah hatinya. Kalau dosanya bertambah maka hatinya akan semakin terkunci.
Sabda baginda lagi yang maksudnya :Orang yang membuat satu dosa hilanglah sebagian akalnya untuk tidak kembali lagi selama-lamanya.
Kalau mata kita buta, maka kita tidak dapat melihat, tidak dapat mengenal bahkan tidak dapat berjalan lagi. Begitulah kalau hati kita buta, kita tidak dapat mengenal Allah dan tidak dapat menempuh jalan syariat lagi. Kita tidak takut, tidak redha, tidak tawakal, tidak yakin, tidak berharap kepada Allah, tidak cinta, tidak yakin dengan janji-Nya yaitu Syurga, Neraka, Hari Hisab, siksa kubur, dan lain-lain lagi. Bila perasaan tersebut sudah tidak ada di hati kita maka datanglah penyakit hati.
Firman Allah :Terjemahannya : Dalam hati mereka ada penyakit lalu ditambah Allah penyakitnya dan bagi mereka siksa yang pedih disebabkan mereka berdusta. (Al Baqarah : 10)
Mereka akan tersiksa di dunia dan di Akhirat. Di dunia mereka akan merasa kecewa, putus asa, berkeluh kesah, dan tidak tenang. Di akhirat tentulah lebih tersiksa lagi.
Penyakit hati yang Allah maksudkan itu diantaranya ialah iri dengki, dendam, buruk sangka, serakah, cinta dunia, bakhil, pemarah, penakut, riya', ujub dan sombong.
Langkah pertama yang wajib ditempuh untuk mengobati penyakit hati kita ialah dengan mengobati hati yang buta itu. Bila hati sudah tidak buta maka penyakit-penyakit hati lainnya akan hilang dengan sendirinya.
Kalau mata kita sakit atau buta, maka kita akan pergi ke dokter mata. Mungkin mata kita akan dibersihkan, dibedah dan sebagainya. Begitupun kalau hati kita yang buta, maka kita mesti memberi pengobatan yang sesuai.
Untuk itu mari kita lihat dulu apakah yang menyebabkan hati terhijab? Di antaranya adalah:
a. Memakan makanan haram dan makanan syubhat, baik sadar atau tidak.
Bersabda Rasulullah SAW yang maksudnya:
"Hati itu dibina dengan apa yang dimakan."
Hati kita adalah segumpal darah yang mengandung sel-sel darah merah dan zat-zat besi. Sel dan zat-zat itu berasal dari makanan yang kita makan. Kalau makanan kita bersih (halal mengikut syariat Islam) maka sel dan zat itu juga bersih sehingga hati kita juga akan bersih. Sebaliknya kalau makanan yang kita makan itu kotor (haram dan syubhat) baik benda itu haram atau uang yang digunakan untuk membelinya haram, maka sel dan zat-zat besi, atau zat-zat yang membina hati kita itu kotor, busuk dan gelap.
Hati seperti wadah yang terbuka. Hati yang kotor tidak akan menerima taufik dari Allah sebab Allah tidak akan memberi taufik dan hidayah kepada hati yang kotor. Sama halnya kita tidak akan memasukkan makanan ke dalam piring yang kotor. Apalagi taufik dan hidayah dari Allah itu sangat tinggi harganya.
Bila hati tidak bisa melihat kebenaran maka tidak akan terasa kebesaran, kehebatan, kasih sayang dan didikan dari Allah, tidak terasa anugerah, penjagaan, pengawasan dan pembelaan Allah. Kalau hati tidak mendapat hidayah dan taufik lagi maka kita akan menjadi orang yang sesat dan selalu terlibat melakukan maksiat dan mungkar.
Bersabda Rasulullah SAW :
Terjemahannya : Dalam diri anak Adam itu ada segumpal daging. Bila baik daging itu baiklah seluruh anggota dan seluruh jasad. Bila jahat dan busuk daging itu jahatlah seluruh jasad. Ketahuilah, itulah hati.(Riwayat Al Bukhari & Muslim)
Firman Allah : Terjemahannya : Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman dengan-Nya. (Al Maidah : 88)
Perintah memakan makanan yang halal adalah wajib. Kalau kita makan makanan yang haram dalam keadaan sadar bahwa benda yang kita makan itu haram maka kita akan berdosa dan hati kita akan gelap. Tetapi kalau makanan yang haram dan syubhat itu kita makan, tanpa diketahui bahwa benda itu haram dan syubhat maka kita tidak berdosa tetapi hati kita yang dibina dari makanan itu tetap akan gelap.
Atas dasar itulah Sayidina Abu Bakar As Siddiq mengorek kembali makanan yang telah ditelannya hingga muntah-muntah, setelah dia mengetahui bahwa makanan itu sumbernya adalah syubhat. Amirul Mukminin itu merasa cukup takut bila makanan itu akan membutakan hatinya. Setelah mengorek makanan itu, dengan rasa bimbang bila saja ada sisa-sisa makanan tersebut yang masih ada dalam perutnya, maka beliau pun berdoa, "Ya Allah, jangan Engkau bertindak kepadaku akan apa yang telah jadi darah dagingku"
Begitulah Sayidina Abu Bakar menjaga hatinya. Sebab itu hatinya menjadi terang-benderang. Jadi, tidak mengherankan kalau keyakinan beliau cukup kuat dengan Allah.
Rasulullah SAW pun memuji beliau dengan sabda baginda : Terjemahannya : Kalau dibandingkan iman Abu Bakar dengan iman seluruh manusia kecuali Nabi dan Rasul niscaya imannya masih lebih baik.
Hal yang serupa terjadi pada Imam Nawawi. Semasa hidupnya ia tidak makan buah-buahan di Damsyik karena merasa buah-buahan itu syubhat. Beliau sangat menjaga hatinya.
Hati yang terang-benderang akan mempunyai basirah (pandangan batin) yang tajam yang dapat menembus alam gaib dan alam kerohanian. Bila alam gaib yang hebat itu bisa terlihat oleh kita maka alam yang lahir itu sudah tidak berarti apa-apa.
Perbandingannya seperti ini : Misalnya suatu hari kita diundang menjadi tetamu raja. Maka masuklah kita ke istana. Di sana kita akan diberi dengan pelayanan yang istimewa, dengan pakaian dan makanan, peralatan dan perhiasan yang tidak pernah kita jumpai. Kita merasa sangat gembira dan kita merasa tidak mau kembali lagi ke rumah kita, sebab rumah kita sudah tidak berharga apa-apa lagi dibandingkan dengan kehidupan yang indah di istana.
Begitulah keadaan mereka yang bisa melihat kehebatan alam gaib. Alam yang lahir menjadi tidak berharga lagi. Karena itulah Sayidina Abu Bakar r.a bisa mengorbankan semua harta bendanya kepada jihad fisabilillah hingga tidak ada apa-apa lagi yang ditinggalkan untuk anak isterinya. Beliau mau menebus kehidupan di alam gaib yang maha hebat dengan menggadaikan seluruh harta benda dunia yang murah itu. Begitu juga sahabat-sahabat yang lain dan mujahid-mujahid Islam, mereka telah mengorbankan dunia yang sedikit itu untuk membeli kehidupan akhirat yang agung di alam baqa’ nanti.
Firman Allah : Terjemahannya : Sesungguhnya Allah SWT telah membeli dari orang mukmin, diri dan harta mereka dengan (harga) Syurga untuk mereka. (At Taubah : 111)
Mari kita mengobati hati kita dengan menghindar dari makanan yang haram. Langkah-langkah yang perlu diambil untuk mengelak dari makanan yang haram diantaranya ialah :
1. Jangan memakan makanan yang zatnya jelas haram seperti arak atau makanan yang dicampur arak atau daging yang tidak disembelih.
2. Jangan memakan makanan yang bernajis baik sifatnya najis (karena dibuat dari bahan yang tidak halal) atau karena cara mencucinya tidak betul atau tidak menurut syariat, sehingga tetap najis (tetap tidak halal).
3. Jangan memakan daging yang disembelih secara tidak halal dan membersihkannya tidak menurut syariat.
4. Jangan memakan makanan yang dibeli dengan uang yang haram (sekalipun makanan itu halal). Uang yang haram contohnya uang suap, uang riba, uang curian dan tipuan.
5. Jangan kita memakan makanan dari usaha yang haram seperti riba, pelacuran, judi, dan lain-lain.
Makanan syubhat ialah makanan yang kita ragukan halal atau haram dan uang syubhat ialah uang yang sumbernya kita ragukan halal atau haram. Makanan dan uang yang syubhat itu wajib dielakkan supaya kita berpeluang memperoleh kejernihan batin untuk mengenal Allah dengan pengenalan yang sebenarnya.
Sekarang ini banyak makanan di restoran yang menyalahgunakan perkataan 'HALAL' dan 'ISLAM' sebagai tanda perniagaan mereka. Kita harus berhati-hati juga sebab musuh Islam telah menyalahgunakan kata-kata 'HALAL' dan 'ISLAM' itu untuk keuntungan perut dan kantong mereka saja. Mereka sama sekali tidak takut pada Allah dan tidak ingin untuk mencari keredhaan-Nya.
Makan makanan yang halal tetapi berlebihan juga menjadi satu faktor penentu kepada corak hati kita.
Sabda Rasulullah SAW : Terjemahannya : Wadah yang paling dibenci oleh Allah adalah perut yang penuh dengan makanan yang halal.
Allah benci kepada perut yang penuh dengan makanan sebab perut yang penuh itu akan melemahkan kegiatan hati sehingga tidak kuat untuk memandang pada alam gaib.
Bila hati lemah maka manusia menjadi lalai dan malas. Malas beribadah dan mudah terjebak dalam maksiat. Atas dasar itulah para salafussoleh mengurangi porsi makan mereka.
Rasulullah SAW selalu melatih perutnya untuk berada dalam keadaan lapar. Beliau pernah meletakkan batu di perut dan kemudian mengikat perutnya dengan kain agar tidak terasa kekosongan perut yang memang kosong. Beliau jarang berada dalam keadaan kenyang. Jika satu hari kenyang, maka tiga hari lapar. Beliau selalu berpuasa satu hari, kemudian satu hari lagi berbuka.
Begitu pula cara hidup yang ditempuh oleh Nabi Sulaiman a.s yang dikenal sebagai orang kaya-raya. Beliau selalu berpuasa dan hanya memakan roti kering dan air putih. Nabi Yusuf a.s pun ketika menjadi menteri di Mesir melakukan sehari berpuasa dan sehari berbuka. Bila ditanya mengapa Beliau berbuat begitu, jawabnya, "Di hari aku lapar, aku dapat merasa bahwa aku adalah hamba yang memerlukan pertolongan Allah. Di hari aku kenyang maka aku dapat bersyukur pada Allah SWT yang memberikan rezeki."
Begitulah cara hidup Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul, orang-orang muqarrobin dan orang-orang soleh. Mereka berjuang melawan nafsu untuk membersihkan hati supaya merasa diri sebagai hamba Allah yang lemah dan hina dina. Cara hidup mereka itulah yang wajib kita contoh. Kita mesti senantiasa berperang dengan nafsu yang selalu mengajak kita lalai dari Allah.
Mari kita obati hati kita dengan cara mengurangi makan. Langkah-langkah praktis yang mesti diambil untuk mengurangi makan di antaranya ialah :
1. Hidangan makanan kita janganlah lebih dari dua jenis lauk. Itulah amalan Sayidina Umar. Beliau tidak makan dengan lebih dari dua jenis lauk. Sebab bila jenis lauk sudah bermacam-macam nafsu kita bertambah besar untuk merasakan semua jenis lauk.
2. Makanan itu sebaiknya sederhana, jangan terlalu enak. Sebab kalau terlalu enak, kita tidak mampu mengawal nafsu untuk makan berlebihan.
3. Jangan menyimpan berbagai kelebihan makanan dalam rumah, sebab bila makanan tersedia maka kita senantiasa berfikir untuk makan. Sebaliknya kalau tidak ada simpanan makanan, nafsu tidak akan mengajak kita berfikir untuk makan.
4. Coba memperbanyak puasa sunat seperti di hari Senin dan Kamis atau paling kurang tiga hari dalam sebulan.
Harus kita fahami bahwa langkah-langkah di atas adalah untuk membersihkan hati dan membuat hati kita merasa menjadi hamba Allah yang lemah dalam segala masalah kita.
b. Pandangan dan Pendengaran yang Haram
Kita telah sepakat bahwa : "Dari mata turun ke hati." Artinya hasil dari pandangan (termasuk pendengaran) bukan sekedar terasa di mata dan telinga tetapi akan bersambung dan berkesan di hati. Kalau apa yang kita pandang dan dengar itu baik, maka hati kita akan menerima kebaikannya. Sebaliknya kalau yang kita pandang dan dengar itu maksiat dan mungkar (haram), maka hati kita akan berisi kejahatan dan kemungkaran itu.
Hati yang senantiasa menerima pandangan dan pendengaran yang mungkar akan menjadi hati yang gelap dan pekat, buta dari melihat keagungan Allah. Hati itu tidak lagi merasa takut pada Allah, bahkan cinta dan rindu pada Allah SWT akan hilang.
Saya rasa kita semua tentunya memiliki pengalaman pribadi terhadap hal itu. Kalau setiap hari hati kita terisi dengan zikrullah, bacaan Al Quran, puasa, shalat sunat, membaca kitab dan mendengar pengajian agama, hati kita akan lembut, terasa indah dalam beribadah kepada Allah, rindu kepada kebaikan, benci dan takut kepada dosa.
Tetapi kalau setiap hari hati kita isi dengan program TV, berkata-kata kosong, mengumpat dan mencaci, membaca majalah hiburan yang penuh maksiat, mendengar lagu-lagu pop, maka kita akan menjadi malas beribadah, memandang kecil tentang cara hidup sunnah, tidak ada rasa takut dengan Allah, tidak membesarkan Allah apalagi untuk rindu pada-Nya, tidak suka pada pemuka agama dan lupa pada Akhirat. Hati kita menjadi cinta kepada dunia dengan segala hiburannya. Hati selalu ingin lepas, bebas tanpa disekat oleh hukum Islam, malas berjuang dan berangan-angan, serta ingin hidup lebih lama lagi.
Itulah bukti-bukti yang menunjukkan bahwa tindakan lahir, pendengaran dan penglihatan yang haram akan membuat hati kita buta kepada kebenaran.
Allah berfirman : Terjemahannya : Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercantum (benih) yang akan Kami mengujinya (dengan perintah dan larangan) karena itu Kami menjadikan dia mendengar dan melihat. (Al Insaan : 2)
Tujuan Allah memberi kita mata dan telinga adalah untuk mencari dan mengenal pencipta kita yaitu Allah SWT. Selain itu supaya kita sadar untuk berbakti dan menurut perintah-Nya. Firman-Nya : Terjemahannya : Tidak Aku jadikan jin dan manusia melainkan untuk menyembah Aku. (Adz Dzaariyat : 56)
Kita mesti merasa bahwa diri kita adalah sebagai hamba dalam melaksanakan perintah suruhan dan larangan dari Allah. Yang penting adalah rasa kehambaan. Ibadah yang sebenarnya adalah yang berasal dari rasa kehambaan. Kalau waktu beribadah itu kita tidak merasa hina dan tidak merasa hamba, tetapi merasa besar diri, sombong, marah, dengki, maka amalan lahir itu bukan lagi dinilai ibadah. Sama halnya dengan seorang kuli yang menghadap tuannya dengan rasa besar diri, dengan bertolak pinggang. Bukankah lebih baik bila ia tidak menghadap, sebab tentu akan menimbulkan kemarahan tuannya.
Hidup bukan untuk dunia tetapi hidup untuk Allah dan untuk mencari bekal kembali ke Akhirat. Untuk tujuan itulah kita dikaruniakan Allah pendengaran dan penglihatan. Gunakanlah keduanya sebaik mungkin sebagai alat untuk sampai kepada tujuan yang diredhai-Nya.
Mari kita obati hati kita dengan menjaga pandangan dan pendengaran hanya kepada yang dapat mengingatkan kita kepada Allah, merasa takut pada-Nya dan untuk berbakti pada-Nya.
Langkah-langkah yang sebaiknya diambil di antaranya ialah :
1. Banyakkan membaca Al Quran dan terjemahannya, hadist dan kitab-kitab serta buku-buku agama termasuk majalah dan risalah yang berunsur dakwah. Dalam waktu yang sama, elakkan dari membaca buku-buku khayalan, majalah hiburan dan berita-berita yang jauh dari kebenaran.
2. Selalu mengunjungi mesjid, tempat pengajian agama, majelis dakwah, tahlil dan zikrullah serta mengelak dari tempat-tempat maksiat, acara-acara yang liar (pergaulan bebas) dan keluar rumah tanpa tujuan, sebab di luar banyak pandangan dan pendengaran yang membawa kepada maksiat. Juga kita mengelak dari bergaul dengan kawan yang mengajak kita kepada maksiat.
3. Mendatangi orang-orang soleh, sebab dengan melihat mereka, dapat memberi Kekuatan.
4. Ingat mati, karena selalu mengingat mati akan melembutkan hati.
5. Elakkan dari menonton program TV yang tidak berfaedah. Sekali kita biarkan mata dan telinga kita memandang dan mendengar perkara yang dibenci oleh Allah, maka selama itu kita biarkan nafsu menjadi raja di hati kita sehingga kita lalai dan tidak takut kepada penglihatan dan pengawasan Allah. Lebih baik kita tidur daripada menonton TV sampai larut malam. Hasilnya kita bisa bangun dengan segar untuk menyembah Allah dan mendekatkan hati pada-Nya. Kalau hati kita merasa sama saja antara melihat maksiat atau tidak, itu tandanya hati kita sudah rusak dan jauh dari Allah.
Itulah di antaranya langkah-langkah yang perlu diambil untuk menjernihkan batin kita. Perlu diingat bahwa langkah-langkah itu mesti diperjuangkan sungguh-sungguh dan terus menerus.
Kita jangan cepat jemu atau mudah terpengaruh dengan bujukan nafsu liar kita. Dan janganlah kita mengharap untuk memperoleh hasilnya dalam jangka waktu yang singkat. Sebab menurut pengalaman orang-orang yang telah menempuh jalan itu, waktu paling singkat untuk memperoleh hati yang bersih (taraf kerohanian yang tinggi) melalui mujahadah melawan hawa nafsu (mujahadatunnafsi) adalah 20 sampai 30 tahun lebih.
Waktu yang akan kita tempuh, sesuai dengan waktu yang kita gunakan untuk maksiat. Sejak dalam perut ibu, kita sudah menerima makanan yang tidak jelas halalnya. Setelah lahir pun kita berada di tengah-tengah maksiat dan macam-macam kemungkaran. Hati kita sudah gelap pekat dengan karat-karat dosa yang kita lakukan secara sadar atau tidak. Jadi memang sudah selayaknya kalau kita korbankan 20-30 tahun umur kita yang akan datang untuk membersihkan hati nurani kita. Mudah-mudahan di akhir umur kita, dapat kita rasakan kebersihan hati dan keselamatan dari mazmumah. Mudah-mudahan kita dapat menghadap Allah membawa hati yang selamat.
Firman Allah :
Terjemahannya : Di hari itu (hari kita meninggal dunia) tidak berguna lagi harta dan anak kecuali mereka yang menghadap Allah membawa hati yang selamat. (Asy Syuara’: 88-89)
Apabila ruh kita sudah bersih dan sudah kembali pada fitrahnya semula (sewaktu di alam ruh), maka kita akan merasakan bermacam-macam pengalaman batin yang luar biasa. Tapi hal itu juga tergantung kepada taraf kebersihan ruh yang dapat kita capai. Ada dua peringkat ruh yang bersih yaitu :
1. Ruh yang terlalu bersih (orang yang Mukasyafah)
Biasanya dicapai oleh muqarrobin. Ruh itu dapat menembus hijab antara alam dunia dan malakut dan dapat melihat segala rahasia-rahasia batin manusia.
Hal-hal yang biasanya oleh orang biasa dilihat di alam mimpi maka mereka dapat melihatnya di waktu sadar. Contohnya : kalau ada seseorang yang sifat batinnya seperti anjing maka orang itu akan terlihat oleh mereka seperti anjing. Kalau orang biasa mendapat ilmu dengan belajar maka mereka memperoleh ilmu melalui ilham.
2. Ruh yang bersih
Tingkatan itu dapat dicapai oleh orang-orang soleh. Ruh mereka dapat mengesan rahasia-rahasia batin hanya melalui mimpi-mimpi yang benar dan rasa hati yang benar dan tepat dengan kehendak Allah. Mereka tidak dapat melihatnya secara nyata, sebab hijab pada diri mereka tidak terangkat semua. Allah menceritakan hal itu dalam hadist Qudsi, firman-Nya yang bermaksud : Barang siapa yang memusuhi wali-Ku (orang yang setia pada-Ku) maka Aku mengisytiharkan perang terhadapnya. Dan tiada amal seorang hamba-Ku yang bertakwa (yang beramal) pada-Ku yang lebih Kucintai daripada dia menunaikan semua yang Kufardhukan ke atasnya. Dan hambaKu yang senantiasa bertaqarrub kepadaKu dengan nawafil (ibadah sukarela) sehingga Aku mencintainya, maka jadilah Aku seolah-olah sebagai pendengarannya yang ia mendengar dengannya dan sebagai penglihatannya yang ia melihat dengannya dan sebagai tangannya yang ia bertindak dengannya dan sebagai kakinya yang ia berjalan dengannya.
Dan andaikata ia memohon pasti akan Kuberi padanya. Dan andaikata ia berlindung kepada-Ku pasti akan Kulindungi.
Rasulullah SAW bersabda : Terjemahannya : Takutilah olehmu firasat (pandangan tembus) orang-orang Mukmin karena ia memandang dengan cahaya Allah. (Riwayat At Tarmizi)
Rabu, 21 April 2010
Jumaat, 9 April 2010
10 LALAUAN MANUSIA KE ALAM AKHIRAT
10 LALUAN MANUSIA KE ALAM AKHIRAT
LALUAN MENUJU KE KUBUR
Jauhkan dari perbuatan mengumpat & mengeji
*Hindarkan perasaan irihati ( benci )
*Jangan terpengaruh dengan harta dunia
*Sucikan qadha’ hajat dgn istibra ( berdehem selepas buang air kecil )
LALUAN UTK BERJUMPA IZRAIL
*Bersihkan diri dgn bertaubat
*gembirakan hati orang mukmin
*Bayar semula kadha ( Solat & puasa ) yang tertinggal.
*Kasih sepenuh hati pada Allah Ta’ala
LALUAN UTK BERJUMPA MUNGKAR NANGKIR
* Mengucap dua kalimah syahadah
* suka memberi Sedekah
* Berkata Benar
* Bersihkan dan perbaiki diri
LALUAN UTK MEMBERATKAN PERTIMBANGAN
* Belajar atau mengajar ilmu yang bermanfaat
* Sucikan perkataan dan pakaian
* Bersyukur dgn yang sedikit
* Suka dan redha dgn yang didatangkan oleh Allah
LALUAN MEMANTAPKAN AMALAN
* Jauhkan perkataan sia-sia
*Pendekkan cita-cita dunia
* Banyakkan puji pujian kepada Allah
* Banyakkan sedekah dan khairat
LALUAN MELALUI TITIAN SIRAT AL MUSTAKIM
* Kasihanilah aulia Allah Ta’ala
* Berbaktilah pada ibu bapa
* Berpegang teguh pada hukum syarak
* Bercakap perkataan yang baik sesama manusia
LALUAN MENJAUHKAN DIRI DARI NERAKA
* Banyakkan membaca al-quran
* Banyakkan menangis kerana dosa dosa lalu
* tinggalkan perkara yang maksiat
* Jauhkan segala yang haram
LALUAN UTK MEMASUKI SYURGA
* membuat kebajikan seberapa yang boleh
* Kasihi orang yang soleh
* kerjakan segala suruhan allah
* Merendahkan diri di antara sesama makhluk
LALUAN BERJUMPA DENGAN NABI MUHAMMAD
* kasihilah nabi Allah Taala
* kasihilah Rasullullah
* tuntutilah yang difardukan oleh Allah Taala
* banyak selawat Nabi SAW
LALUAN UTK BERTEMU ALLAH
*Serahkan seluruh jiwa raga kepada Allah Taala
* Hindarkan diri dari menderhaka kepada Allah Taala
* betulkan dan baikkan i’tikad kepada Allah Taala
* Jauhi segala yang diharamkan Nya.”
LALUAN MENUJU KE KUBUR
Jauhkan dari perbuatan mengumpat & mengeji
*Hindarkan perasaan irihati ( benci )
*Jangan terpengaruh dengan harta dunia
*Sucikan qadha’ hajat dgn istibra ( berdehem selepas buang air kecil )
LALUAN UTK BERJUMPA IZRAIL
*Bersihkan diri dgn bertaubat
*gembirakan hati orang mukmin
*Bayar semula kadha ( Solat & puasa ) yang tertinggal.
*Kasih sepenuh hati pada Allah Ta’ala
LALUAN UTK BERJUMPA MUNGKAR NANGKIR
* Mengucap dua kalimah syahadah
* suka memberi Sedekah
* Berkata Benar
* Bersihkan dan perbaiki diri
LALUAN UTK MEMBERATKAN PERTIMBANGAN
* Belajar atau mengajar ilmu yang bermanfaat
* Sucikan perkataan dan pakaian
* Bersyukur dgn yang sedikit
* Suka dan redha dgn yang didatangkan oleh Allah
LALUAN MEMANTAPKAN AMALAN
* Jauhkan perkataan sia-sia
*Pendekkan cita-cita dunia
* Banyakkan puji pujian kepada Allah
* Banyakkan sedekah dan khairat
LALUAN MELALUI TITIAN SIRAT AL MUSTAKIM
* Kasihanilah aulia Allah Ta’ala
* Berbaktilah pada ibu bapa
* Berpegang teguh pada hukum syarak
* Bercakap perkataan yang baik sesama manusia
LALUAN MENJAUHKAN DIRI DARI NERAKA
* Banyakkan membaca al-quran
* Banyakkan menangis kerana dosa dosa lalu
* tinggalkan perkara yang maksiat
* Jauhkan segala yang haram
LALUAN UTK MEMASUKI SYURGA
* membuat kebajikan seberapa yang boleh
* Kasihi orang yang soleh
* kerjakan segala suruhan allah
* Merendahkan diri di antara sesama makhluk
LALUAN BERJUMPA DENGAN NABI MUHAMMAD
* kasihilah nabi Allah Taala
* kasihilah Rasullullah
* tuntutilah yang difardukan oleh Allah Taala
* banyak selawat Nabi SAW
LALUAN UTK BERTEMU ALLAH
*Serahkan seluruh jiwa raga kepada Allah Taala
* Hindarkan diri dari menderhaka kepada Allah Taala
* betulkan dan baikkan i’tikad kepada Allah Taala
* Jauhi segala yang diharamkan Nya.”
Ahad, 28 Mac 2010
PERUTUSAN SEMPENA SAMBUTAN HARI POLIS 203
KETUA POLIS NEGARA Tan Sri Musa Hassan
mungkin antara individu terkenal tempatan paling banyak mendapat liputan media sepanjang bulan ini berikutan timbul pelbagai ‘cerita panas’ mengenai diri dan kerjaya kepolisan beliau. Antaranya, desas-desus peletakan jawatan beliau yang dikatakan atas desakan pihak tertentu sekali gus menyaksikan rombakan besar-besaran di Bukit Aman, selain dakwaan berlaku pergeseran antara beliau dengan Menteri Dalam Negeri, Datuk Seri Hishammuddin Hussein.
Biarpun sudah berkali-kali Hishammuddin dan Musa menafikan, ia masih menjadi bualan hangat di kalangan pengamal media tempatan dan orang ramai sendiri. Malah ada yang tidak sabar-sabar menunggu kesudahan ‘drama polis’ itu. Namun, apa pun yang berlaku, ia langsung tidak menggugat fokus anak sulung kepada guru agama, Tan Sri Hassan Azahari, itu terhadap tugas pentingnya, termasuk dalam menjayakan usaha menurunkan indeks jenayah di negara ini, selain pembangunan Polis Diraja Malaysia (PDRM). Ini terbukti dengan penurunan indeks jenayah di seluruh negara sebanyak 13.2 peratus sepanjang dua bulan pertama tahun ini, yang dilihat mampu mencapai sasaran penurunan 20 peratus dalam Bidang Keberhasilan Utama Negara (NKRA).
Malah, perangkaan menunjukkan penurunan ketara berbanding tempoh sama tahun lalu itu jelas menggambarkan komitmen tinggi dan semangat juang di kalangan warga kerja PDRM dalam mencapai sasaran ditetapkan kerajaan. Bagi Musa, pencapaian itu lebih dianggap sebagai ‘hadiah istimewa’ pasukan berkenaan kepada kerajaan dan rakyat sempena sambutan Hari Polis Ke-203 hari ini.
“Kali ini agak istimewa sedikit kerana saya baru dimaklumkan indeks jenayah di seluruh negara sepanjang dua pertama tahun ini menunjukkan penurunan ketara berbanding tempoh sama tahun lalu.
Ini jelas membuktikan kemampuan kita mencapai sasaran itu dan mengekalkan kedudukan PDRM sebagai penguatkuasa undang-undang disegani dengan adanya warga kerja yang kompeten dan berintegriti dalam menjalankan tugas secara adil serta profesional,” katanya.
Beliau yang begitu bersemangat dalam wawancara khas di pejabatnya kelmarin sempena Hari Polis Ke-203, turut memberi jaminan Pelan Strategik 5 Tahun (PS5T) akan diteruskan kesinambungannya, dengan dengan tumpuan kepada keperluan logistik dan sumber manusia.
Menurutnya, pelan yang dilancarkan dua tahun lalu itu amat penting dalam menunaikan janji PDRM kepada masyarakat iaitu mengurangkan kadar jenayah, selain memastikan keselamatan negara sentiasa terpelihara.
“Ia termasuk penambahan balai polis di seluruh negara, selain jumlah keanggotaan seramai 60,000 untuk tugasan lapangan bagi memastikan kehadiran polis dirasai masyarakat sekali gus mencetuskan rasa gerun kepada penjenayah.
“Seramai 20,000 anggota terbabit dalam tugasan lapangan untuk NKRA dan jumlah itu belum mencukupi. Anggota baru yang kita ambil pun baru 10,000 orang setakat ini. Masih ada banyak kekosongan yang akan diisi dari semasa ke semasa,” katanya.
Beliau menjelaskan masih banyak perancangannya dalam PS5T belum dapat dilaksanakan disebabkan faktor berkaitan, termasuk kekangan ekonomi.
Antaranya, pembelian sistem komunikasi berintegrasi yang dilihat mampu meningkatkan kecekapan operasi PDRM.
Bagaimanapun, perancangan itu diyakininya akan dilaksanakan secara berperingkat pada masa depan kerana keperluan terhadapnya memang ada.
Musa yang kontrak perkhidmatannya selama setahun dijadualkan berakhir 12 September ini turut berterima kasih kepada kerajaan kerana meluluskan skim perkhidmatan baru yang mampu meningkatkan tahap profesionalisme kerjaya kepolisan di negara ini.
Melalui skim baru itu, jawatan inspektor dinaik taraf, manakala sarjan berkelulusan diploma boleh dilantik untuk membantu tugas penyiasatan, sekali gus mengatasi beban tugas menyiasat ditanggung pegawai penyiasat (IO) ketika ini.
“Seorang IO sekarang terpaksa mengendalikan purata 15 kes sebulan hingga mendatangkan beban. Padahal, kajian yang dibuat mendapati nisbah ideal ialah lima kes bagi seorang IO. Kita berterima kasih kerana masalah ini mendapat perhatian kerajaan.
“Ini juga sebahagian daripada usaha untuk meningkatkan kecekapan proses siasatan yang sebelum ini dipertikaikan, dengan kelemahan itu turut menyebabkan ada kes terpaksa digugurkan. Dengan pertambahan itu, tugas siasatan akan dibuat secara berkumpulan, bukan lagi secara bersendirian,” katanya.
Tumpuan juga, katanya, turut diberikan kepada pembangunan modal insan melalui program latihan berterusan bertujuan meningkatkan kualiti perkhidmatan.
“Ini termasuk pendedahan dalam perkara berkaitan hak asasi kemanusiaan. Malaysia sebuah negara demokrasi dan isu hak asasi kemanusiaan ini sentiasa dipandang serius.
“Dengan adanya pendedahan sebegini, kita dapat memastikan setiap tindakan diambil mengikut lunas undang-undang dan diterima masyarakat,” katanya.
Musa turut mengulangi amaran kerasnya tiada kompromi terhadap mana-mana pegawai dan anggotanya yang terbabit dalam kes salah laku dan rasuah.
Katanya, perbuatan itu tidak boleh dimaafkan kerana boleh menghilangkan kepercayaan dan rasa hormat rakyat pada pasukan.
“Sebagai penguasa undang-undang, isu integriti amatlah penting. Jangan sampai keyakinan rakyat pada kita hilang hanya disebabkan kita tiada integriti.
“Justeru, jangan ada yang salah guna kuasa dan mengambil rasuah. Jika ada yang melakukannya, kita tidak akan bertolak ansur dan hukumannya sama saja dengan orang lain yang melakukan jenayah.
Tiada pegawai dan anggota polis mempunyai kekebalan dari undang-undang negara,” katanya.
Sementara itu, PDRM akan menggunakan pendekatan lebih mesra rakyat dalam melaksanakan tugas harian.
“Kita tidak mahu wujud jurang dengan masyarakat kerana kerjasama mereka amat penting dalam memerangi jenayah. Ini bertepatan dengan slogan pasukan - Tegas, Adil dan Berhemah - yang dilihat mampu meningkatkan keyakinan dan kepercayaan rakyat.
“Jika semua perancangan itu dapat dilaksanakan, maka tercapai hasrat saya melihat sebuah pasukan (polis) yang mantap, yang diimpikan selama ini. Inilah yang saya harapkan dari pegawai dan anggota saya sempena Hari Polis Ke-203,” katanya.
Namun, Musa menegaskan sekiranya perancangan itu memperoleh kejayaan, ia bukan untuk dirinya sebaliknya pasukan, begitu juga rakyat Malaysia.
“Yang penting, keyakinan dan kepercayaan rakyat pada kita mesti ada. Tanpa sokongan masyarakat umum, sudah tentu usaha memerangi jenayah tidak akan berjaya kerana ia adalah tanggungjawab bersama,” katanya.
Khamis, 11 Mac 2010
PERANAN LELAKI PELIHARA MARUAH WANITA
Islam adalah agama yang amat prihatin terhadap maruah dan kewibawaan wanita. Allah dan Rasul meminta umat Islam supaya memelihara dan melindungi wanita sebaik mungkin. Wanita dianggap sebagai makhluk Allah yang perlu dihormati dan dilindungi.
Berdasarkan kepada perspektif begini, maka Islam meletakkan lelaki sebagai ketua keluarga, masyarakat dan negara. Tugas yang berat begini dipertanggungjawabkan kepada lelaki adalah berdasarkan pada fitrah ciptaan Tuhan. Manusia yang lemah perlu dibantu oleh orang kuat dan berkuasa.
Penyertaan wanita dalam aspek tanggungjawab dan peranan pembangunan ummah dan negara perlu dilihat dalam perspektif kerjasama antara lelaki dan wanita, bukan berlandaskan pada persaingan yang boleh menjurus kepada pertelingkahan gender (jantina) seperti berlaku di Barat.
Peranan dan tanggungjawab yang ingin dilaksanakan oleh setiap individu lelaki dan wanita mesti berlandaskan kepada kebolehan dan keupayaan diri supaya percanggahan dan kelemahan dalam pelaksanaan tugas tidak wujud dalam negara Islam.
Penyertaan wanita dalam melaksanakan tugas atau tanggungjawab masyarakat dan negara amat dihormati dan dialu-alukan oleh Islam jika mereka mampu dan mempunyai kebolehan setanding dengan lelaki.
Kriteria ini amat penting kerana tugas kemasyarakatan dan kenegaraan adalah bergantung sepenuhnya kepada kebijaksanaan, kegigihan, pengorbanan dan kefahaman yang mendalam terhadap tugas dan tanggungjawab.
Kehadiran wanita Islam dalam urusan pemerintahan dan perkhidmatan negara perlu berdasarkan pada peraturan dan disiplin yang diajar oleh Rasulullah s.a.w.
Hukum-hakam berkaitan dengan diri dan juga hal ehwal pentadbiran mesti disemat dalam hati nurani supaya kehadiran mereka dalam urusan kemasyarakatan dan kenegaraan tidak menimbulkan permasalahan yang serius sehingga boleh menjatuhkan maruah dan kewibawaan wanita dalam urusan pentadbiran negara.
Tercemar
Dalam era globalisasi, maruah dan kewibawaan wanita mudah tercemar jika mereka kurang prihatin terhadap konsep hidup Islam yang berlandaskan kepada wahyu. Peristiwa gadis terheret ke lembah dadah dan kejatuhan moral semakin hari kian menular. Peristiwa wanita lacurkan diri dengan tujuan untuk menyara anak-anak yang lapar merupakan salah satu fenomena masyarakat Islam masa kini.
Di negara-negara Islam yang miskin, kegiatan pelacuran dilakukan oleh wanita Islam walaupun perbuatan begini dikutuk dan diharamkan sama sekali oleh Islam. Wujudnya suasana begini adalah akibat daripada kurangnya kesedaran terhadap tanggungjawab hakiki kaum lelaki dalam mengendalikan urusan kekeluargaan dan kemasyarakatan.
Wanita Islam perlu diberi pendidikan tentang hakikat maruah dan kewibawaan diri supaya mereka tahu mengendalikan urusan diri dan kehidupan apabila berada dalam suasana genting.
Lelaki pula perlu dididik supaya menghormati dan belas kasihan kepada wanita seperti dijelaskan oleh Allah dan Rasul. Penghormatan dan belas kasihan kepada wanita bukan berdasarkan kepada hawa nafsu dan kepentingan diri. Ia lebih menjurus kepada pengorbanan dan sumbangan kepada wanita.
Peranan ulama dan cendekiawan Islam dalam pembentukan keperibadian umat Islam dalam era globalisasi adalah amat penting. Kandungan isi-isi ceramah dan tulisan perlu ditumpukan kepada didikan akidah, syariah dan akhlak mengikut perspektif Islam yang lebih luas, bukan berdasarkan kepada perasaan dan pemahaman yang berteraskan kepada adat dan budaya yang bertentangan dengan realiti atau konteks ajaran Islam.
Pandangan yang terlalu liberal sehingga boleh menggugatkan kesucian hukum-hakam perlu ditangkis supaya umat Islam tidak terkeliru dalam melaksanakan kehidupan seharian mereka sebagai umat Islam yang mendapat keredhaan dari Allah.
Dalam suasana dunia ghairah dengan kecanggihan teknologi, keimanan umat Islam kian hari semakin terhakis kerana pengaruh yang boleh mendorong ke arah hawa nafsu lebih kuat daripada pengaruh yang boleh membimbing mereka ke arah kehidupan murni dan suci.
Mangsa utama dalam mengharungi arus ini ialah kaum wanita. Mereka terheret ke kancah dosa dan maksiat akibat ketipisan keimanan dan kurang kesedaran terhadap kepentingan memelihara maruah dan harga diri.
Apabila wanita telah hilang rasa penghormatan terhadap kewibawaan diri maka corak kehidupan dan nasib mereka tidak ada bezanya dengan wanita-wanita di zaman sebelum Islam. Rasulullah s.a.w. berkorban tenaga, masa dan kepentingan diri dengan tujuan untuk menjulang maruah wanita ke puncak kehormatan secara memperlengkapkan wanita dengan undang-undang dan peraturan diri sebagai panduan untuk mengekalkan maruah dan kewibawaan mereka.
Kini kekayaan dan kemewahan dianggap sebagai matlamat hidup utama. Nilai dan harga diri bukan merupakan perkara terpenting dalam kehidupan bagi mencapai kebahagiaan yang hakiki. Apabila hati nurani telah tersemat dengan kemewahan dan keghairahan hidup maka perkara yang terkutuk dan haram dijadikan amalan seharian. Oleh itu keturunan dan nasib anak-anak yang dilahirkan bukan merupakan perkara penting yang perlu difikirkan.
Ulama, guru-guru, ibu bapa dan para pemimpin negara perlu memainkan peranan penting bagi mengembalikan kewibawaan umat Islam. Kejatuhan moral dan kewibawaan akibat terlalu ghairah dengan kemewahan dan pangkat bukan sahaja merosakkan struktur sosial masyarakat Islam, malah ia juga boleh mendorong bangsa lain memandang rendah kepada agama Islam.
- DR. SAODAH ABD. RAHMAN ialah pensyarah Jabatan Usuludin dan Perbandingan Agama, Universiti Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM)
Berdasarkan kepada perspektif begini, maka Islam meletakkan lelaki sebagai ketua keluarga, masyarakat dan negara. Tugas yang berat begini dipertanggungjawabkan kepada lelaki adalah berdasarkan pada fitrah ciptaan Tuhan. Manusia yang lemah perlu dibantu oleh orang kuat dan berkuasa.
Penyertaan wanita dalam aspek tanggungjawab dan peranan pembangunan ummah dan negara perlu dilihat dalam perspektif kerjasama antara lelaki dan wanita, bukan berlandaskan pada persaingan yang boleh menjurus kepada pertelingkahan gender (jantina) seperti berlaku di Barat.
Peranan dan tanggungjawab yang ingin dilaksanakan oleh setiap individu lelaki dan wanita mesti berlandaskan kepada kebolehan dan keupayaan diri supaya percanggahan dan kelemahan dalam pelaksanaan tugas tidak wujud dalam negara Islam.
Penyertaan wanita dalam melaksanakan tugas atau tanggungjawab masyarakat dan negara amat dihormati dan dialu-alukan oleh Islam jika mereka mampu dan mempunyai kebolehan setanding dengan lelaki.
Kriteria ini amat penting kerana tugas kemasyarakatan dan kenegaraan adalah bergantung sepenuhnya kepada kebijaksanaan, kegigihan, pengorbanan dan kefahaman yang mendalam terhadap tugas dan tanggungjawab.
Kehadiran wanita Islam dalam urusan pemerintahan dan perkhidmatan negara perlu berdasarkan pada peraturan dan disiplin yang diajar oleh Rasulullah s.a.w.
Hukum-hakam berkaitan dengan diri dan juga hal ehwal pentadbiran mesti disemat dalam hati nurani supaya kehadiran mereka dalam urusan kemasyarakatan dan kenegaraan tidak menimbulkan permasalahan yang serius sehingga boleh menjatuhkan maruah dan kewibawaan wanita dalam urusan pentadbiran negara.
Tercemar
Dalam era globalisasi, maruah dan kewibawaan wanita mudah tercemar jika mereka kurang prihatin terhadap konsep hidup Islam yang berlandaskan kepada wahyu. Peristiwa gadis terheret ke lembah dadah dan kejatuhan moral semakin hari kian menular. Peristiwa wanita lacurkan diri dengan tujuan untuk menyara anak-anak yang lapar merupakan salah satu fenomena masyarakat Islam masa kini.
Di negara-negara Islam yang miskin, kegiatan pelacuran dilakukan oleh wanita Islam walaupun perbuatan begini dikutuk dan diharamkan sama sekali oleh Islam. Wujudnya suasana begini adalah akibat daripada kurangnya kesedaran terhadap tanggungjawab hakiki kaum lelaki dalam mengendalikan urusan kekeluargaan dan kemasyarakatan.
Wanita Islam perlu diberi pendidikan tentang hakikat maruah dan kewibawaan diri supaya mereka tahu mengendalikan urusan diri dan kehidupan apabila berada dalam suasana genting.
Lelaki pula perlu dididik supaya menghormati dan belas kasihan kepada wanita seperti dijelaskan oleh Allah dan Rasul. Penghormatan dan belas kasihan kepada wanita bukan berdasarkan kepada hawa nafsu dan kepentingan diri. Ia lebih menjurus kepada pengorbanan dan sumbangan kepada wanita.
Peranan ulama dan cendekiawan Islam dalam pembentukan keperibadian umat Islam dalam era globalisasi adalah amat penting. Kandungan isi-isi ceramah dan tulisan perlu ditumpukan kepada didikan akidah, syariah dan akhlak mengikut perspektif Islam yang lebih luas, bukan berdasarkan kepada perasaan dan pemahaman yang berteraskan kepada adat dan budaya yang bertentangan dengan realiti atau konteks ajaran Islam.
Pandangan yang terlalu liberal sehingga boleh menggugatkan kesucian hukum-hakam perlu ditangkis supaya umat Islam tidak terkeliru dalam melaksanakan kehidupan seharian mereka sebagai umat Islam yang mendapat keredhaan dari Allah.
Dalam suasana dunia ghairah dengan kecanggihan teknologi, keimanan umat Islam kian hari semakin terhakis kerana pengaruh yang boleh mendorong ke arah hawa nafsu lebih kuat daripada pengaruh yang boleh membimbing mereka ke arah kehidupan murni dan suci.
Mangsa utama dalam mengharungi arus ini ialah kaum wanita. Mereka terheret ke kancah dosa dan maksiat akibat ketipisan keimanan dan kurang kesedaran terhadap kepentingan memelihara maruah dan harga diri.
Apabila wanita telah hilang rasa penghormatan terhadap kewibawaan diri maka corak kehidupan dan nasib mereka tidak ada bezanya dengan wanita-wanita di zaman sebelum Islam. Rasulullah s.a.w. berkorban tenaga, masa dan kepentingan diri dengan tujuan untuk menjulang maruah wanita ke puncak kehormatan secara memperlengkapkan wanita dengan undang-undang dan peraturan diri sebagai panduan untuk mengekalkan maruah dan kewibawaan mereka.
Kini kekayaan dan kemewahan dianggap sebagai matlamat hidup utama. Nilai dan harga diri bukan merupakan perkara terpenting dalam kehidupan bagi mencapai kebahagiaan yang hakiki. Apabila hati nurani telah tersemat dengan kemewahan dan keghairahan hidup maka perkara yang terkutuk dan haram dijadikan amalan seharian. Oleh itu keturunan dan nasib anak-anak yang dilahirkan bukan merupakan perkara penting yang perlu difikirkan.
Ulama, guru-guru, ibu bapa dan para pemimpin negara perlu memainkan peranan penting bagi mengembalikan kewibawaan umat Islam. Kejatuhan moral dan kewibawaan akibat terlalu ghairah dengan kemewahan dan pangkat bukan sahaja merosakkan struktur sosial masyarakat Islam, malah ia juga boleh mendorong bangsa lain memandang rendah kepada agama Islam.
- DR. SAODAH ABD. RAHMAN ialah pensyarah Jabatan Usuludin dan Perbandingan Agama, Universiti Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM)
6 CIRI WANITA YANG LELAKI PERLU HINDARI
Ada satu pandangan daripada pakar cinta di luar negara berkenaan ciri-ciri wanita yang wajib dijauhi.
1. Wanita kategori liar.
Inilah jenis wanita yang sering dinasihati oleh mana-mana ibu untuk dijauhi. Pada awalnya, perhubungan dengan wanita sebegini sememangnya menyeronokan.
Dia selalu melakukan sesuatu di luar jangkaan. Perasaan selalu mencuba sesuatu yang bagus, tetapi sikap cuba-cubanya tidak wujud sempadan. Kita teruja dengan kegilaannya tetapi tak kita sedar, tersadung dalam masalah yang diciptanya.
2. Wanita si Bom jangka.
Wanita bersifat bom jangka seumpama emosi yang akan meletus tanpa apa-apa amaran ketika anda menjangka semuanya erkawal.
Dia kelihatan normal luarannya sehinggalah kita menjadi sasarannya.
Individu seperti ini bukan sahaja menjadi bom jangka dalam emosi kemarahan malah emosinya akan mengubah keputusan-keputusan penting.
3. Wanita si Gula-gula
Gadis muda seumpama gula-gula yang melihat kita sebagai pembimbingnya dan menyukai kewujudan kita.
Dalam keadaan ini kita seolah-olah bertindak seperti seorang yang mengajarnya untuk menjadi wanita idaman dan cuba mencipta kehidupan yang penuh kematangan untuknya.
Hakikatnya kita sudah tertipu, gadis muda seumpama ini sebenarnya sedang menguji kuasa tarikan yang ada pada dirinya.
4. Wanita si Bintang
Wanita bersifat bintang menjadikan pasangannya sebagai jalan untuk mempopularkan atau menguntungkan dirinya semata-mata, lebih-lebih lagi jika dia mempunyai keinginan besar terhadap sesuatu yang jelas bukannya diri kita.
5. Wanita si Penggapai.
Penggapai mempunyai kedudukan kewangan lebih dari apa kita miliki dan dia menyukai keadaan demikian, ia memberi jaminan kepada dirinya.
Mengapa dia suka? Dia memilih pasangan yang bukan dalam kelompoknya agar ia memberinya ruang bergerak.
Kita menjadi sasaran jika matlamat kewangannya gagal, dan kita dilihat sebagi punca terbazir masanya sekadar untuk aktiviti bersama.
Dia cenderung mengatakan setiap usahanya adalah untuk kebahagian bersama.
6. Wanita yang Tercedera.
Hubungan yang terjejas menjadikan wanita dalam kategori ini tercedera emosinya sepanjang masa.
Kewujudan kita adalah kapal persinggahannya sementara baginya untuk memikirkan kesilapannya, apa yang terjadi, siapakah dia dan apa yang perlu dilakukannya.
Sepanjang kita menjadi pasangannya, kita mendengar segala kisah buruknya. Kita akan menjadi pendengar setia kisah sedihnya semalam, hari ini dan esok.
Dalam jangkaan kita kewujudannya untuk menyintai kita, tetapi dia lebih memikirkan keadaan dirinya.
EHSAN: SAHABAT FB..
1. Wanita kategori liar.
Inilah jenis wanita yang sering dinasihati oleh mana-mana ibu untuk dijauhi. Pada awalnya, perhubungan dengan wanita sebegini sememangnya menyeronokan.
Dia selalu melakukan sesuatu di luar jangkaan. Perasaan selalu mencuba sesuatu yang bagus, tetapi sikap cuba-cubanya tidak wujud sempadan. Kita teruja dengan kegilaannya tetapi tak kita sedar, tersadung dalam masalah yang diciptanya.
2. Wanita si Bom jangka.
Wanita bersifat bom jangka seumpama emosi yang akan meletus tanpa apa-apa amaran ketika anda menjangka semuanya erkawal.
Dia kelihatan normal luarannya sehinggalah kita menjadi sasarannya.
Individu seperti ini bukan sahaja menjadi bom jangka dalam emosi kemarahan malah emosinya akan mengubah keputusan-keputusan penting.
3. Wanita si Gula-gula
Gadis muda seumpama gula-gula yang melihat kita sebagai pembimbingnya dan menyukai kewujudan kita.
Dalam keadaan ini kita seolah-olah bertindak seperti seorang yang mengajarnya untuk menjadi wanita idaman dan cuba mencipta kehidupan yang penuh kematangan untuknya.
Hakikatnya kita sudah tertipu, gadis muda seumpama ini sebenarnya sedang menguji kuasa tarikan yang ada pada dirinya.
4. Wanita si Bintang
Wanita bersifat bintang menjadikan pasangannya sebagai jalan untuk mempopularkan atau menguntungkan dirinya semata-mata, lebih-lebih lagi jika dia mempunyai keinginan besar terhadap sesuatu yang jelas bukannya diri kita.
5. Wanita si Penggapai.
Penggapai mempunyai kedudukan kewangan lebih dari apa kita miliki dan dia menyukai keadaan demikian, ia memberi jaminan kepada dirinya.
Mengapa dia suka? Dia memilih pasangan yang bukan dalam kelompoknya agar ia memberinya ruang bergerak.
Kita menjadi sasaran jika matlamat kewangannya gagal, dan kita dilihat sebagi punca terbazir masanya sekadar untuk aktiviti bersama.
Dia cenderung mengatakan setiap usahanya adalah untuk kebahagian bersama.
6. Wanita yang Tercedera.
Hubungan yang terjejas menjadikan wanita dalam kategori ini tercedera emosinya sepanjang masa.
Kewujudan kita adalah kapal persinggahannya sementara baginya untuk memikirkan kesilapannya, apa yang terjadi, siapakah dia dan apa yang perlu dilakukannya.
Sepanjang kita menjadi pasangannya, kita mendengar segala kisah buruknya. Kita akan menjadi pendengar setia kisah sedihnya semalam, hari ini dan esok.
Dalam jangkaan kita kewujudannya untuk menyintai kita, tetapi dia lebih memikirkan keadaan dirinya.
EHSAN: SAHABAT FB..
Langgan:
Catatan (Atom)

